Kamis, 28 November 2013

Sinopsis Gu Family Book Episode 17 (Bagian 2)


shot0701

Asisten Seo Hwa menyodorkan sepeti uang pada Jo Gwan Woong. Ia berkata majikannya bersedia membayar 2 kali lipat dari harga budak biasa untuk Tae Soo.
“Walau ia membayar 10 kali lipat, aku tidak ingin menjualnya,” kata Jo Gwan Woong.
“Jangan berusaha untuk mencapai hal besar dengan hal-hal kecil,” Asisten Seo Hwa menasihati.
“Kalian yang seharusnya tidak bersikap buruk karena hal kecil. Kalihan seharusnya tahu akulah satu-satunya yang bisa memberi apa yang kalian inginkan dari negeri ini.”
Asisten Seo Hwa bertanya mengapa Jo Gwan Woong merusak hubungan mereka hanya karena seorang pelayan biasa. Bukankah Jo Gwan Woong memiliki tujuan lebih besar?
“Aku berbicara mengenai kedudukan kepala pemerintahan propinsi Selatan,” kata si asisten.
shot0395 shot0397
Diam-diam Choi Ma Reum (ayah angkat Kang Chi) menguping pembicaraan mereka. Ia tidak tahu kalau salah seorang samurai Seo Hwa memata-matainya.
Choi menyampaikan apa yang didengarnya pada Tae Soo. Tae Soo menduga Jo Gwan Woong bukan saja menjual rahasia negara tapi juga membuat kesepakatan dengan pihak asing untuk menyerahkan negara mereka.
shot0401 shot0403
Gon sedang melatih para murid berlatih tongkat ketika ia melihat Kang Chi yang ikut berlatih dengan gerakan kacau.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya.
“Aku sedang ikut berlatih. Silakan lanjutkan , Senior Gon,” ujar Kang Chi dengan wajah penuh tekad.
“Posisi 2-5, 2-7, 2-3!” Gon memberi perintah.
Para murid melakukannya. Kang Chi berusaha mengikuti tapi malah tak sengaja memukul kepala Senior Yoon (senior yang sebelumnya paling tak menyukai Kang Chi). Kang Chi buru-buru minta maaf.
shot0407 shot0411
Gon menarik Kang Chi dan menyuruhnya berhenti bermain-main. Ia menyuruh Kang Chi pergi.
“Aku tidak bermain-main. Aku benar-benar ingin belajar.”
“Bukankah tujuan utama tinggal di sini untuk belajar mengendalikan dirimu? Kau telah belajar mengendalikan dirimu, jadi carilah buku keluarga Gu dan pergilah.”
Kang Chi berkata saat ini bukan itu yang terpenting. Tapi ia tidak mengatakan apa yang terpenting ketika Gon mengatakannya. Sebenarnya Kang Chi memikirkan ayahnya. Ia berkata ia harus bertambah kuat (untuk bisa melawan Wol Ryung).
“Karena itu tolong katakan siapa dua Guru yang lain. Aku ingin belajar dari mereka. “
shot0417 shot0419
“Walau kau mencarinya, kau tidak akan menemukan mereka. Sampai mereka memberimu tugas, kau harus menunggu. Apa kau mengerti?”
“Begitukah? Jangan-jangan kau juga tidak tahu siapa kedua guru yang lain itu. Aku masih tidak percaya kau salah satu dari Empat Guru itu,” ledek Kang Chi.
Gon bersiap mengeluarkan pedangnya. “Apa kau mau mati?”
Kang Chi tertawa. “Maaf, tapi aku tidak bisa dibunuh dengan mudah.”
shot0422 shot0424
Gon berkata ada orang-orang yang diberi kemampuan untuk membunuh makhluk mistis. Kang Chi menantang Gon untuk mencobanya. Untunglah mereka tidak jadi berkelahi karena ada yang memanggil Kang Chi. Tae Soo.
Wajah Kang Chi langsung cerah begitu melihat sahabatnya. Tae Soo tersenyum.
 shot0427 shot0430
Kang Chi menemani Tae Soo melapor pada Guru Dam. Tae Soo menceritakan ada kemungkinan ia dibebaskan dan dijadikan pengurus penginapan.
“Siapa yang begitu berbaik hati padamu?” tanya Kang Chi ikut senang.
“Dia seorang pedagang. Namanya Ja Hong Myeong. Ia kepala pedagang yang tinggal di Penginapan Seratus Tahun. Keluarga Miyamoto adalah pedagang yang sangat berkuasa di Osaka. Aku tidak tahu apa hubungan antara Ja Hong Myeong dengan Jenderal Jepang tapi aku yakin ia bekerjasama dengan Jo Gwan Woong untuk mencuri informasi pemerintah.”
Kang Chi sangat marah pada Jo Gwan Woong hingga menggebrak meja. Beraninya ia menjual rahasia negara demi uang?
“Bukan untuk uang. Ia menginginkan kedudukan pejabat kepala di propinsi Selatan.”
shot0431 shot0432
Guru Dam segera menyampaikan hal ini pada Lee Soon Shin. Guru Dam berkata ia berencana untuk mengirimkan tim ke penginapan malam ini untuk mencari tahu lebih banyak mengenai pedagang Jepang ini. Lee Soon Shin berkata mereka harus mencari tahu informasi apa yang telah berhasil dikumpulkan oleh para orang Jepang itu. Dengan mengetahuinya, mereka bisa memperkirakan kapan perang akan meletus.
shot0439 shot0441
Yeo Wool kesal saat tahu ia tidak diikutsetakan dalam tim yang akan pergi ke penginapan malam ini,karena masih berada dalam tahanan kamar. Ia bertanya bagaimana dengan Kang Chi. Gon berkata Guru Dam juga tidak mengikutsertakan Kang Chi. Yeo Wool bertambah kesal.
Gonita masuk ke kamar Yeo Wool. Begitu melihat Gon, ia langsung tersipu-sipu dan berkali-kali tersenyum pada Gon. Ia memberitahu Yeo Wool kalau Tae Soo hendak bicara dengannya. Hehe…Yeo Wool sampai kedip-kedip keheranan melihat tingkah Gonita di depan Gon.
shot0450 shot0458
Yeo Wool menyapa Tae Soo dengan ramah. Ia juga menyemangati Tae Soo dalam misinya. Tae Soo menanyakan keadaan Yeo Wool.
“Kau tidak dengar kalau aku dilarang keluar?”
“Mengetahui betapa aktifnya dirimu, pasti berat tinggal di kamar seharian,” kata Tae Soo.
Yeo Wool mengeluh ia juga tidak diikutsertakan dalam misi malam ini ke penginapan.
“Jika kau ingin ikut, aku juga akan memintamu untuk tidak ikut.”
“Kenapa? Karena aku wanita?”
“Walau ini merupakan keputusan sepihak dari Guru Dam, tapi kau adalah calon istriku. Aku tahu, dalam keadaanku sekarang ini, aku bahkan tidak berani memimpikannya. Mungkin Guru menyebutkan pernikahan ini untuk memberiku tanggung jawab.”
Yeo Wool nampak kaget melihat keseriusan Tae Soo dalam menanggapi perintah pernikahan mereka. “Tanggung jawab?”
“Alasan bagiku untuk tetap ingin bertahan hidup. Kau lebih dari cukup untuk menjadi alasanku agar ingin tetap hidup,” ujar Tae Soo.
Yeo Wool tidak bisa mengatakan apa-apa.
shot0470 shot0474
Dari jauh, Kang Chi melihat keduanya dengan sedih. Ia berbalik dan melihat Gon. Perasaan Kang Chi sedang tidak enak hingga ia berjalan melewati Gon tanpa mengatakan apapun.
“Ini batasnya,” kata Gon. “Hanya sejauh ini kau bisa mendekati Nona Yeo Wool. Kau sebaiknya tidak lebih mendekat. “
“Apa yang kaubicarakan? Bukankah kau lihat kami sedang bertengkar?”
shot0477 shot0479
“Kau pikir aku seorang idiot yang bisa dibodohi begitu saja? Kau dan Nona Yeo Wool pada akhirnya akan terluka. Sebelum itu terjadi, sebaiknya kau menyerah.”
Kang Chi bertanya apakah Gon tidak tahu Yeo Wool paling benci menyerah sebelum mencoba. Ia tidak akan melakukan apapun yang Yeo Wool benci. “Apa kau mengerti?”
Gon terdiam mendengar perkataan Kang Chi. Dengan wajah sedih, ia menoleh melihat Yeo Wool dan Tae Soo di kejauhan.
shot0480shot0483 
Kang Chi pergi ke dapur. Perkataan Gon terngiang-ngiang di pikirannya. Dengan lesu ia mulai mengambil sapu dan menyapu asal-asalan.
Yeo Wool mengendap-endap masuk ke dapur.
“Kangi Chi, apa kau sudah dengar? Gon dan beberapa murid akan pergi ke penginapan. Kau dan aku tidak diikutsertakan. Apa itu masuk akal?” curhat Yeo Wool berapi-api.
Berbeda dari biasanya, Kang Chi tidak nampak antusias. Ia hanya menunduk diam. 
“Aku paling bagus memata-matai dan kau yang paling mengenal penginapan,” kata Yeo Wool, tidak menyadari sikap diam Kang Chi.
“Bagaimana dengan Tae Soo?” tanya Kang Chi. Yeo Wool heran. Darimana Kang Chi tahu ia tadi berbicara dengan Tae Soo?
“Huh? Karena…” Kang Chi menunduk.
“Ada apa? Mengapa kau tak mau menatapku? “
shot0494shot0498
“Tidak…” kilah Kang Chi.
“Lihat, kau bertingkah aneh.”
“Apanya yang aneh?” timpal Kang Chi sambil berbalik membelakangi Yeo Wool.
shot0501 shot0502
Yeo Wool tersenyum mengerti.
“Kang Chi, kau cemburu?”
“Apa maksudmu? Kenapa aku cemburu?”
“Itulah maksudku. Kenapa kau cemburu? Cemburu hanyalah untuk orang-orang yang tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dan kau tidak seperti itu, bukankah begitu?”
Maksud Yeo Wool adalah Kang Chi sudah mendapatkannya, jadi Kang Chi tidak memiliki alasan untuk cemburu^^
shot0509 shot0514
“Sejujurnya aku tidak tahu. Aku tidak pernah memiliki apapun untuk diriku sendiri. Aku hanya dimiliki orang lain. Aku tidak memiliki seorangpun untukku,” kata Kang Chi. Dalam hatinya ia berkata itulah sebabnya ia tidak tahu apakah ia boleh memiliki perasaan seperti ini pada Yeo Wool.
“Kau tidak sendirian. Aku juga seperti itu. Ini juga pertama kalinya aku memiliki perasaan seperti ini,” kata Yeo Wool sambil tersenyum.
Kang Chi tersenyum lega. Artinya Yeo Wol bersikap seperti ini hanya padanya. Tidak pada Tae Soo, juga tidak pada Gon.
shot0526 shot0528
“Jadi, apa yang hendak kaulakukan malam ini?” tanya Yeo Wool.
Kang Chi tergagap malu. “Malam ini? Ada apa dengan malam ini?”
Sadarlah Yeo Wool kalau Kang Chi sedang memikirkan hal yang berbeda hehehe…Memikirkan kiss semalam?
“Apa yang kaupikirkan? Aku membicarakan mengenai penyusupan ke penginapan malam ini,” ujar Yeo Wool.
“Ah..penyusupan ke penginapan,” sahut Kang Chi. Yeo Wool tersenyum geli.
 shot0536 shot0541
Kang Chi menguping Gon yang sedang mengatur tugas para murid yang ikut menyusup ke penginapan malam ini.
shot0551 shot0553
Yeo Wool mengajak Gonita berjalan-jalan ke pasar untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan para gadis. Berbelanja, makan, dan bersenang-senang.
“Tidak bisa. Guru Dam tidak di tempat. Kita belum memiliki ijin.”
“Kalau begitu apa aku harus mengikatmu lagi dan melarikan diri?” tanya Yeo Wool.
“Nona…” Gonita cemberut.
“Hehe…” Yeo Wool tersenyum nakal.
shot0562 shot0565
Mereka berjalan-jalan ke pasar melihat kain. Gonita menjelaskan mengenai macam-macam kain. Yeo Wool berkata baginya semua terlihat sama saja. Gonita berkata itu sebabnya Yeo Wool harus banyak melihat, merasakan, dan mencoba berbagai macam bahan untuk mengetahui nilai masing-masing bahan itu. Yeo Wool mengangguk serius (padahal kata-kata Gonita masuk telinga kanan keluar telinga kiri ;p).
Saat Gonita sedang memperlihatkan sebuah bahan kain, Yeo Wool diam-diam menendang kayu penyangga meja tempat kain-kain itu dipajang. Meja itu langsung roboh. Saat Gonita sibuk membereskan kain-kain yang jatuh, diam-diam Yeo Wool melarikan diri.
Chung Jo yang berada tak jauh dari sana sempat melihat Yeo Wool.
shot0584 shot0588
Yeo Wool pergi ke tempat sepi lalu melepaskan hanboknya. Ia merasa sangat nyaman.
Saat ia menoleh, ia melihat Chung Jo.
shot0598 shot0603
Gon curiga saat diberitahu penjaga kamar kalau Yeo Wool sedang Gonita sedang berjalan-jalan ke pasar. Ia tahu betul Yeo Wool bukan tipe yang seperti itu. Kecurigaannya semakin bertambah ketika ia tidak menemukan Kang Chi di dapur. Sung berkata Kang Chi tadi pamit pergi ke pasar dan berkata akan pulang terlambat.
Dasaaaar…kalau ngga mau ketahuan harusnya tempatnya beda dong ya >,<
Senior Yoon datang melapor. Seragam hitamnya hilang.
Siapa lagi yang mencurinya kalau bukan Kang Chi. Kang Chi telah mengenakan pakaian hitam dan siap menemui Yeo Wool.
shot0608 shot0617
Yeo Wool menanyakan keadaan Chung Jo. Chung Jo menjawab tidak ada yang baik jika tinggal di tempat gisaeng. Yeo Wool jadi tak enak hati.
“Apa Kang Chi baik-baik saja?” tanya Chung Jo.
“Iya, dia berlatih keras akhir-akhir ini. Ia mulai terbiasa tinggal di Moo Hyung Do Gwan,” kata Yeo Wool sambil tersenyum.
shot0623shot0621
“Kau terlihat bahagia,” ujar Chung Jo dengan iri. “Aku tahu, begitulah Kang Chi. Ia memang berbakat membuat orang lain senang. Tapi apa kau tahu? Kang Chi sangat setia pada orang-orang yang ada di hatinya. Bahkan jika aku memanggilnya sekarang, ia tidak akan bisa menolak.”
“Apa maksudmu?” tanya Yeo Wool.
“Entahlah, menurutmu apa maksudku?” Chung Jo tersenyum kecil. Ia lalu pergi begitu saja.
 shot0627 shot0628
Gisaeng Chun pergi menemui Jo Gwan Woong. Ia hendak mengundang Jo Gwan Woong ke Chunhwagwan malam ini untuk meminta maaf atas penampilannya di Festival Lentera. Ia juga hendak mengundang Ja Hong Myeong.
“Kau sendiri tahu ia seorang wanita. Bagaimana bisa ia pergi ke Chunhwagwan?”
“Kalau begitu apa acaranya bisa diadakan di penginapan?” tanya Gisaeng Chun. Ia akan mempersiapkan acara ini dengan gisaeng-gisaeng terbaik Chunhwagwan.
Jo Gwan Woong menyukai ide itu. Ia berkata ia hendak meminta bantuan Gisaeng Chun. Hmmm…bantuan apa ya?
shot0637 shot0639
Seo Hwa tahu Jo Gwan Woong sudah sangat penasaran akan dirinya. Ia akan hadir di acara perjamuan yang diadakan Jo Gwan Woong.
Seo Hwa lalu bertanya pada asistennya apakah mereka sudah menemukan keberadaan So Jung . Asistennya berkata ia kesulitan menemukan So Jung tapi ia meminta Seo Hwa tidak khawatir. Ia akan segera membawa kabar mengenai putera Seo Hwa.
shot0643 shot0647
Yeo Wool berjalan dengan wajah murung setelah pertemuannya dengan Chung Jo tadi. Ia baru bisa tersenyum setelah melihat senyum cerah Kang Chi yang sejak tadi menantinya.
shot0657 shot0659
Gonita menemukan pakaian Yeo Wool yang berserakan. Ia sangat kesal.
“Nonaaaaa!!!” teriaknya.
shot0663 shot0667
Gisaeng Chun dan para gisaeng telah tiba di Penginapan Seratus Tahun. Ia mengangguk sedikit saat melihat Tae Soo. Tae Soo balas mengangguk lalu pergi. Mata-mata Seo Hwa diam-diam memperhatikan mereka.
shot0673 shot0679
Kang Chi dan Yeo Wool juga telah masuk ke penginapan. Mereka siap beraksi. Tiba-tiba Gon muncul di hadapan mereka.
“Apa yang kaulakukan di sini, Nona Yeo Wool?” tanyanya.
“Mengapa kau bertanya jika kau sudah tahu? Apa kau pikir aku tidak akan datang?”
“Dan kau menyelidiki gudang Penginapan Seratus Tahun. Siapa yang paling tahu mengenai 12 gudang itu? Itu adalah aku, Choi Kang Chi,” Kang Chi menunjuk dirinya.
Yeo Wool mengangguk setuju. “Benar.”
 shot0682shot0689
“Apa kau lupa dengan perjanjian yang ditandatangani Lee Soon Shin? Jika kau ketahuan terlibat, Laksamana Lee akan mendapat masalah.”
“Di penginapan ini, ada 28 tempat kau bisa bersembunyi tanpa ketahuan. Dan siapa yang tahu mengenai semua 28 tempat itu? Aku, Choi Kang Chi. Jadi siapa yang bisa keluar masuk dari tempat ini dengan aman? Pastilah aku juga. Choi Kang Chi,” celoteh Kang Chi.
“Betul. Betul,” sahut Yeo Wool.
“Guru akan marah,” Gon mengingatkan
“Itu urusanku,” timpal Yeo Wool.
“Nona Yeo Wool…”
“Apa kau akan di sini semalaman? Kau tidak akan masuk?” Yeo Wool dan Kang Chi memelototi Gon. Gon menghela nafas menyerah.
shot0705 shot0707
Dalam acara perjamuan, Jo Gwan Woong dan Gisaeng Chun terus menerus melirik Seo Hwa yang duduk dengan topi bercadar. Seo Hwa duduk diam, tanpa memperhatikan pertunjukan para gisaeng.
shot0710 shot0711
Kang Chi memberi petunjuk kepada dua orang murid ke mana mereka harus mulai mencari. Ia juga memberi petunjuk kepada Yeo Wool dan Gon untuk mencari di gudang lain. Ia sendiri akan pergi ke gudang di dekat istal kuda. Yeo Wool meminta Kang Chi untuk berhati-hati. Kang Chi tersenyum, ia sudah berkeliaran di tempat ini sejak ia bisa berjalan. Maka mereka pun berpisah.
Alasan Kang Chi berpisah sendiri adalah karena ia ternyata paling mencurigai gudang di dekat istal. Ia tidak mau membahayakan Yeo Wool dan murid lain.
shot0719 shot0726
Jo Gwan Woong bertanya mengapa kepala pedagang selalu menutupi wajahnya. Asistennya berkata ia tidak suka memperlihatkan wajahnya pada orang lain.
“Tetap saja, bukankah lebih tepat jika saling melihat saat membuat kesepakatan? Menutupi wajah artinya menutupi maksud lain, bukan begitu Gisaeng Chun.”
Gisaeng Chun menatap Seo Hwa. Ia ingin membuktikan kecurigaannya kalau wanita Jepang di hadapannya ini adalah Seo Hwa.
Jo Gwan Woong meminta Seo Hwa membuka cadarnya. Asisten Seo Hwa protes. Jo Gwan Woong berkata ia demi kepercayaan antara 2 pihak. Jika Seo Hwa memperlihatkan wajahnya, ia akan membiarkan Tae Soo menjadi pelayan Seo Hwa.
Wanita itu menoleh lalu tersenyum.
shot0728 shot0737
Kang Chi tiba di depan gudang. Ia mengenakan penutup wajahnya dan bersiap masuk. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Kang Chi menoleh kaget.
“Apa yang kaulakukan di sini?” tanya seorang ninja dalam bahasa Jepang.
Kang Chi tertegun melihat tiga orang ninja di hadapannya.
shot0741 shot0744
Ia teringat petunjuk Yeo Wool saat mereka belum berangkat ke penginapan.
“Jika orang Jepang berbicara padamu. Ada dua cara untuk menjawabnya. Jika kau pikir mereka sedang menyuruhmu melakukan sesuatu, katakan: hai. Jika kau tidak yakin, katakan: anoo…”
shot0747 shot0748
Kang Chi berpikir apa yang harus ia lakukan.
“Apa yang kau lakukan di sini dan bukannya masuk ke dalam,” bentak ninja itu.
Kang Chi mengikuti petunjuk Yeo Wool yang kedua. Ia menaruh tangannya di dagu seakan berpikir. “Anoo…” (kalo bahasa Indo sih: “anu..” kali ya^^)
“Dasar bodoh,” ujar ninja itu. Ketiga ninja itu masuk ke dalam. Fiuuuh…Kang Chi menghela nafas lega lalu ikut masuk ke dalam.
shot0751 shot0753
Alangkah terkejutnya ia karena di dalam gudang itu penuh ninja. Ia bergabung bersama yang lainnya ketika samurai bodyguard Swo Hwa masuk bersama samurai mata-mata (yang selama ini mengikuti gerak-gerik Tae Soo).
Samurai bodyguard bertanya apakah para ninja itu sudah membawa barang yang ia inginkan. Para ninja itu mengeluarkan selembar kertas lalu meletakkannya di atas meja. Itu adalah peta yang terbagi menjadi 8 lembar. Kang Chi mengamati dengan seksama.
shot0756 shot0766
Tiba-tiba seorang ninja maju dan berkata ada penyusup di antara mereka. Jumlah mereka seharusnya 20 orang tapi ada 21 ninja di dalam gudang itu. O-ow…
Samurai bodyguard memerintahkan agar pintu dan ditutup dan menyuruh para ninja melepaskan penutup wajah mereka. Semua membuka masker mereka kecuali Kang Chi (hehe….kalau kata Dizchu sih, sebenarnya udah ketauan siapa yang palsu soalnya cuma Kang Chi yang keliatan poninya XD).
  shot0775 shot0776
Semua menoleh melihat Kang Chi yang masih berpenutup wajah.
“Siapa kau?” tanya samurai bodyguard.
Kang Chi malah berpose. Para ninja mengeluarkan pedang mereka dan menghunusnya ke arah Kang Chi.
shot0786 shot0789
Kang Chi membalikkan tubuhnya lalu melepas gelangnya. Para ninja terkejut melihat mata Kang Chi yang hijau. Kang Chi menggeram.
Tak lama kemudian terdengar suara jeritan. Yeo Wool dan Gon terkejut mendengar suara jeritan  itu. Kang Chi berlari keluar dari gudang. Di gudang itu para ninja bergelimpangan.
shot0798 shot0799
Jo Gwan Woong mendesak Seo Hwa membuka penutup wajahnya. Asisten Seo Hwa protes. Seo Hwa mengangkat tangannya untuk menghentikan protes si asisten. Ia lalu melepaskan topinya. Semua melihat dengan penuh ingin tahu.
Wanita itu mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Jo Gwan Woong dan Gisaeng Chun. Gisaeng Chun nampak kecewa. Bukan Seo Hwa.
shot0811 shot0813
Seo Hwa yang asli berada di kamarnya, tersenyum dalam kegelapan.
Kang Chi melarikan diri dari para pengejarnya dan masuk ke kamar penginapan yang dikiranya kosong.
shot0820 shot0828
“Siapa di sana?” tanya seorang wanita dalam bahasa Jepang. Kang Chi ternyata masuk ke kamar Seo Hwa.
Seo Hwa menyalakan lampu dan meraih pisau.
“Siapa kau?” tanyanya waspada dalam bahasa Jepang.
Pelan-pelan Kang Chi berbalik. Pertemuan pertama ibu dan anak.
shot0833 shot0835

Tidak ada komentar:

Posting Komentar