Selasa, 23 April 2013

Sinopsis Jang Ok Jung Episode 4 Part 2

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung sakit dan Hyang Yi merawatnya. Hyang Yi heran kenapa Ok Jung tiba-tiba sakit. Ia bertanya apa terjadi sesuatu pada Ok Jung.
Ok Jung mencoba duduk dan Hyang Yi membantunya, Ok Jung meminta Hyang Yi membawakan buku gambarnya karena waktu pemesanan baju perang tidak lama lagi. Hyang Yi mengatakan bahwa Ok Jung harus istirahat.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung mulai bekerja lagi untuk membuat baju perang. Ia mulai memotong kain dan menjahit. Ia juga mencobanya secara langsung sebelum masuk ke tahap berikutnya sambil mengingat bagaimana ia melakukan latihan di camp rahasia.
Yang pada akhirnya malah mengingatkannya akan kejadian bersama Lee Soon.
Ok Jung memegang dadanya. Ia menutup mata dan teringat akan impiannya.
Ia lalu menjahit sesuatu.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung menyelesaikan baju perang rancangannya dengan sebuah tulisan di dada.
Hyang Yi memuji baju buatan Ok Jung. Bahkan tulisannya terlihat seperti mata naga.
Hyang Yi meraba bagian dada dan merasakan ada sesuatu. Ok Jung mengatakan kalau ia memasukkan sepotong logam. Meskipun pedang dan tombak digunakan dalam medan perang, ada juga bahaya dari senapan. Senapan digunakan dari jarak jauh, Sehingga hal ini setidaknya akan mencegah luka kritis.
Hyang Yi bingung, Kau bahkan mempertimbangkan senapan? Bagaimana bisa kau berpikir demikian?
Wajah Ok Jung langsung berubah sedih, hany Apakah kau terluka karena senjata atau perasaan sakit ketika kau jantungmu tertembak.
Hyang Yi makin bingung. Kemudian Ok Jung mengalihkan pembicaraan dan mengatakan kalau mereka harus mengirim dibawah bisnis pamannya. Ia yakin pasti akan terpilih.

Image Hosted by ImageShack.us
Pemilihan baju perang dimulai. Lee Soon yang akan memilihnya. Beberapa design baju perang digantung di halaman dan Lee Soon memilih beberapa yang menurutnya bagus. Ia melihat milik Ok Jung dan menyukainya. Awalnya ia tidak tahu itu punya siapa, tapi melihat tulisan 'harapan' di dada baju perang itu, ia tahu itu milik Ok Jung.
Lee Soon sempat melamun dan tak mendengarkan seseorang yang bertanya itu lulus atau tidak. Tapi akhirnya ia sadar dan mengatakan kalau itu lulus.
Ia akan mengambil keputusan akhir setelah mencobanya.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon mencoba kekuatan baju perang itu dengan menembaknya dengan senapan. Baju perang pertama tembus oleh senapan. Tapi baju milik Ok Jung tidak. Lee Soon terlihat puas dan senang. Ia meminta pengawal membawanya ke kantor karena itu adalah pemasok yang akan dipilih. Dan ia akan mendiskusikannya dengan ayahnya dulu.

Image Hosted by ImageShack.us
Hyang Yi dan Ok Jung kahwatir menunggu hasilnya. Hyang Yi khawatir jika baju mereka tidak terpilih, maka akan timbul masalah baru. Tapi Ok Jung yakin designya akan terpilih.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon menemui ayah dan ibunya untuk membahas baju perang itu. Tapi Ratu mengatakan ia sudah menentukan siapa pemasok bajunya.
Lee Soon terkejut dan memandangi ayahnya yang kelihatan tidak bisa berkata apapun.
Ratu sepertinya jujur tuh, dia bilang kalau ia sudah menerima hadiah dari Tuan Min demi pemasok baju itu, agar tuan Min yang terpilih.
Lee Soon tampak kesal, para bawahan membutuhkan kekuatan lawan untuk menunjukan kesetiaan mereka. Bangsawan yang tidak memiliki kekayaan dan kewenangan bisa dipandang rendahhanya karena pembenaran. Jika kau bertingkah seperti ini, Dimana aku bisa menemukan pembenaranku?
Ratu bicara dengan sangat menyebalkan, jadi akan menurunkanmu? Apakah kau akan membuatku berlutut ditengah-tengah istana dan menjadi bahan tertawaan?
-Ya ampuuuun, ni emak emak bikin BT deh. Nyebelin banged sih, sama aja kayak perannya di I Miss You, memuakkan!-
Lee Soon masih memohon pada ayahnya. Tapi ayahnya berkata kalau tidak ada yang bisa mereka lakukan. Kewenangan bangsawan telah hancur bergabung dengan tanah. Lee Soon juga tak boleh membuat ibunya melakukan hal seperti itu didepan para menteri. ckckckckc.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon merasa sangat sangat kesal. Ia marah dan sangat marah. Ia berjalan dengan cepat dan melihat menteri Min berjalan menuju dirinya, langkahnya semakin cepat.
Lee Soon : Beraninya kau menggunakan ratu untuk keuntunganmu sendiri? dan kau masih menyebut dirmu seorang perdana menteri negara ini?
Menteri Kim menegur Lee Soon, menteri Min menyuruh menteri KIm pergi.
Terjadi pembicaraan atau lebih tepatnya perdebatan diantara mereka.
Menteri Min : Apakah sebelum penobatan saat yang mulia berkata tugas berbakti datang sebelum negara.
Lee Soon : Apa yang ingin kau katakan?
Menteri Min : Aku pasti mengingat apa yang kau katakan setelah itu, Aku percaya sekarang adalah waktunya untuk bertindak. Dengan ratu duduk dilantai yang dingin di istana menunggu hukuman itu tidak boleh terjadi.
Lee Soon berang dan berteriak, Beraninya kau berkata seperti itu!
Menteri MIn masih tetap tenang : Dengan kata lain, Jika aku adalah otak, Ratu adalah tubuhnya. Tapi jika kau masih memandang rendahku, Silahkan lakukan. Dengan senang hati aku menerimanya.
Lee Soon menatap geram ke arah tuan Min -aku juga kesel buanged nih!-
Tapi Tuan Min malah makin membuat Lee Soon panas, Tentang pernikahan kerajaan. Pernikahanmu benar-benar sebuah kesempatan selama seratus tahun di Joseon. Bolehkan aku menyarankan yang mulia untuk lebih memperhatikan pemilihan penganting mendatang?

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon sangat marah. Ia memporak-porandakan mejanya. Ia mencoba menahan amarahnya yang seolah akan meledak jika ia tidak melakukan hal itu.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung mendengar kabar dari pamannya kalau mereka gagal. Ok Jung terkejut, karena ia sangat yakin akan menang, apa itu sudah dilakukan dengan adil?
Jang Hyun berkata ia ragu kalau itu dilakukan dengan adil, tapi ia tidak punya bukti.
Ok Jung terlihat shock dengan hal itu. Jang Hyun terlihat senang dan mengingatkan Ok Jung untuk mempersiapkan diri memenuhi janjinya.
Ok Jung terkejut, ia menatap pamannya dan teringat pertemuannya dengan Pangeran BokSun. Ia terlihat sedikit takut.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon menemani ayahnya yang terbaring di kamar. Ayahnya mengatakan sesuatu tentang keinginannya melihat Lee Soon menikah dan punya anak. Ia juga ingin melakukan pernikahan kerajaan.
Lee Soon dengan sedih berkata, Aku tidak akan bisa menghabiskan hidupku dengan seorang wanita yang tidak benar-benar aku cintai, kan?
Raja dengan lemah berkata, Beberapa waktu yang lalu, seperti itu untukku. tersentuh dengan wanita yang ada didalam pikiranku, Rasanya seperti jariku membusuk. Karena itu bagian dari tubuhku, Itu sangat menyakitkan. Jadi aku harus menyingkirkannya. Jabatan putra mahkota yang aku lindung malah tidak bisa melindungi wanita yang kucintai.
Lee Soon memandangi ayahnya dengan sedih. Raja terus bicara, Memilih istrimu adalah bagian dari politik. Perasaan kasih sayangmu hanya diperlukan ketika dalam politik. Takhta ini benar-benar kejam. Aku memintamu untuk tidak mengikuti jejakku.
Raja kemudian mengatakan kalau ia ingin tidur dan minta Lee Soon tetap tinggal sampai ia benar-benar tertidur.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon di kamarnya memandangi baju perang buatan Ok Jung. Ia meraba tulisan di dada baju itu 'harapan'.

Image Hosted by ImageShack.us
Menteri Min dan Menteri Kim bertemu di rumah gisaeng. Mereka membahas tentang pemilihan puteri mahkota. Menurut menteri Min pemilihan putaran pertama terlalu lama dan ia menyuruh ratu untuk segera memilih pada putaran kedua nanti. Bagaimanapun hanya ada 1 orang yang akan terpilih nanti. Jadi kenapa bersusah payah sampai putaran ketiga? -kalau begitu satu putaran aja udah bisa pak tua, weeeeeeek, BT deh!-
Menteri Kim bertanya maksud Menteri Min. Menteri Min mengatakan bagi yang tak lolos tidak akan boleh menikah dan masuk ke istana sebagai selir. Jika salah seorang menyerah dan putriku satu-satunya yang tersisa, Putaran ke dua menjadi putaran ke tiga.
Menteri Kim meminum teh-nya, aku rasa ia tidak setuju dengan hal itu.
Menteri Min : Putrimu juga calon yang kuat , jadi apakah kau rasa ini tidak benar?
Menteri Kim mengatakan, Tuan, putriku In Gyung tidak akan jadi seorang ratu. Dia adalah seorang bayi yang akan gugup di putaran pertama.
Mereka berdua tertawa dan saling menuangkan teh. Menteri Min menyukai kejujuran menteri Kim dan mengatakan ia juga akan senang karena menteri Min menyingkirkan calon lain.
Menteri Kim mengatakan ia akan melakukannya.

Image Hosted by ImageShack.us
Salah seorang gisaeng yang akan mengantarkan makanan mendengarkan percakapan mereka lalu pergi. Ia menyampaikan informasi itu pada P. BokSun.
BokSun bertemu dengan Jang Hyun disana dan mengatakan kalau menteri Kim pengecut. Sepertinya sudah pasti kalau anak menteri Min lah yang akan menjadi puteri mahkota.
Jang Hyun mengatakan itu tidak seharusnya terjadi. Itu sama saja dengan meninggalkan otak dirumah dan keluar ke medan perang. Itu membuat pekerjaan kita menjadi lebih sulit.
Pangeran BokSun tidak percaya diri karena akan sulit menghentikan menteri Min.
Jang Hyun berfikir, harus ada cara menghentikannya. Aku bertanya karena aku tidak tahu banyak tentang tradisi istana. Jika putrinya tidak punya kesalahan apapun, dengan alasan apa agar dia bisa di diskualifikasi?
P. BokSun berfikir bagaimana cara puteri menteri Min didiskualifikasi. Nama belakangnya tidak sama dengan raja. Dia tidak memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan juga. Dia bukanlah 8 sepupu dari putra mahkota juga. Dan kedua orangtuanya masih hidup, Jadi itu tidak bisa jadi alasan. Menteri Min benar orang yang beruntung. Dia tahu tidak akan didiskualifikasi. jadi itulah mengapa ia mendorong putrinya hingga menjadi kandidat terakhir.
Jang Hyun berfikir dan menemukan jawabannya. Ia tersenyum licik dan berkata, kita bunuh saja dia.
BokSun heran, siapa?

Image Hosted by ImageShack.us
Jang Hyun ada di pasar menatap seseorang yang tak lain adalah puteri menteri Min, In Hyun.
Menteri Min datang kesana dan Jang Hyun segera menyapanya. Jang Hyun orang yang pandai bermulut manis dihadapan menteri Min, orang yang paling ia benci.
Setelah menteri Min pergi, ia menatap menteri Min dan teringat percakapannya dengan Kwang San. Ia memberikan sebuah ramuan pada Kwang San.
Jang Hyun : Kwang San, kau lihat barusan, Bagaimana aku diperlakukan oleh Min Yoo Joong. Dia bukan hanya manusia berwajah dua dan pedang bermata dua. Ramuan ini juga adalah obat hebat berkualitas setelah mengeluarkan racun. Tapi jika seseorang yang tidak berpengalaman dalam obat masuk ke rumah Min Yoo Joong. Apa yang akan terjadi?
Kwang San mengerti.

Image Hosted by ImageShack.us
Di rumah keluarga Min, beberapa pelayan sedang memasakkan obat. Kwang San ada disana dan mengendap-endap. Setelah yakin bahwa pelayan akan membawa obat itu ia tersenyum -sebelumnya Kwang san sudah memasukkan ramuan itu kedalam obat-

Image Hosted by ImageShack.us
Obat itu diminum oleh ibu In Hyun yang sedang sakit. Ibu In Hyun menyuruh anaknya segera pergi ke pemilihan putaran kedua, karena ia akan terlambat. In Hyun mengerti dan menyuruh ibunya istirahat.
Ibu terlihat sedih dan berkata kalau setidaknya ia harus membawa In Hyun ke putaran ketiga.
In Hyun tersenyum dan berkata ibunya pasti bisa hidup seratus tahun lagi.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon dan Dong Pyung bertemu dan membicarakan tentang menteri Min yang kelihatan akan selalu memerintah raja. Lee Soon mengatakan ia tak akan membiarkan itu terjadi. Meskipun rumit dan sulit, ia akan membiarkannya.
Dong Pyung bertanya apa Lee Soon punya rencana.
Lee Soon tersenyum dan berkata ia akan menangkap rubah dengan rakun.
P. Dong Pyung penasaran, Maksudmu, Kau akan menggunakan musuh dengan musuh? Kalau rubah itu Min Yoo Joong, lalu siapa yang akan menjadi rakun yang kau gunakan itu?
Lee Soon tersenyum dan menatap Dong Pyung. Dong Pyung menatap Lee Soon dan tersenyum pertanda ia mengerti.
Lee Soon lalu memanggil kasim Yang.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon berjalan di kota dan berselisih dengan Ok Jung. Tapi mereka tidak saling melihat.

Image Hosted by ImageShack.us
Di rumah Nyonya dimana ibu Ok Jung menjadi budak, ibunya di marahi lagi karena akan masuk ke kamar tuan saat tuan senag sendirian. Nyonya itu beneran cemburuan. Bahkan melemparkan baki yang dibawa ny. Yoon.
Ok Jung melihat kejadian itu dengan sedih. Ia melihat ibunya memungut pecahan porselen dan tangannya terluka.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung teringat saat ia dan kakaknya mengunjungi ibunya di rumah itu. Mereka berpelukan dan menangis. Ok Jung berjanji akan hidup bersama ibunya suatu hari nanti.
Ok Jung teringat bagaimana ia melakukan acara peragaan busana, mengetahui bahwa pamannya yang selama ini menahan ibunya demi tujuan balas dendam pamannya.
Ia mendekati ibunya dan meraih tangan ibunya yang terluka. Ok Jung mengobati luka ibunya.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung kemudian bicara dengan ibunya dan ibunya minta maaf, karena selalu membuat Ok Jung melihat sesuatu yang tidak seharusnya Ok Jung lihat.
Ok Jung kemudian mengajak ibunya ke China, tapi ibunya menolak. Mnurut ibunya pelarian bukanlah keputusan yang tepat, bahkan dari pada lari ia lebih memilih dicambuk sampai mati.
Ok Jung tetap memohon. Ibu mengatakan, memikirkan tentang anakku yang terpisah yang masih kecil
hari demi hari dan malam demi malam.
Ok Jung merasa sedih dan minta ibunya tidak perlu melakukan apa-apa. persiapkan saja dirimu agar lebih kuat. Kali ini mereka pasti tidak akan tertangkap.

Image Hosted by ImageShack.us
di rumah menteri Min panik karena istrinya meninggal dunia. Ia malah tidak sedih dan masih memikirkan mengenai pemilihan puteri mahkota. Ia panik dan meminta istrinya bangun karena putaran kedua bahkan belum dimulai. In Hyun bisa di diskualifikasi bila salah satu orang tuanya meninggal.
Pelayan menangis dan memikirkan nona In Hyun mereka yang malang. Ia ingin segera memberitahukan pada In Hyun tapi menteri Min menghentikannya. Ia memerintahkan pengawalnya merahasiakan kematian istrinya dari semua sampai In Hyun pergi dari rumah untuk pemilihan.
Ia tak ingin siapapun tahu mengenai kematian istrinya.
Pelayan terkejut mendengarnya.

Image Hosted by ImageShack.us
In Hyun berhias di kamarnya. Ia tampak cantik. 2 teman In Hyun memuji kecantikannya. Putera Mahkota pasti akan terpesona.
Salah seorang teman In Hyun berkata, ku dengar kau belum pernah melihat bayanganya sekalipun. Seorang suami dan istri saling berbagi kasih sayang. tapi kau malah belum melihat wajahnya.
Wajah In Hyun langsung berubah sedih.
Seorang pelayan berlari menemui In Hyun mengabarkan kematian ibunya. In Hyun terkejut, ia yakin ibunya meminum obatnya.
Pelayan mengatakan itulah yang aneh, tadi dia baik-baik saja, kemudian dia muntah darah.
In Hyun tampak shock. 2 temannya mulai berbisik, salah satu syarat menjadi puteri mahkota adalah kedua orang tuanya harus masih hidup. Tapi jika ibunya meninggal tiba-tiba dia akan di diskualifikasi bukan?

Image Hosted by ImageShack.us
In Hyun berlari keluar rumah tanpa sepatu dan bertemu ayahnya di dekat pintu. Ia menangis dan memberitahukan kabar itu.
ayahnya sudah tahu dan meminta In Hyun tenang.
Tapi ayahnya masih saja memikirkan pemilihan puteri mahkota. Peraturan tetap peraturan, tapi karena ratu ada dipihak mereka, maka tak ada yang harus di khawatirkan.
In Hyun merasa tidak adil jika melakukan itu. In Hyun mengatakan ia tidak ingin menjadi puteri mahkota.
ayahnya marah dan mengatakan itu omong kosong karena In Hyun sudah menjadi puteri mahkota. Ku beritahu padamu bahwa kau akan menjadi satu-satunya kandidat karena tidak satupun yang akan muncul.
Ayahnya mengajaknya segera ke istana. In Hyun masih tak percaya dengan hal itu. Poor In Hyun.

Image Hosted by ImageShack.us
Menteri Min menemui ratu. Ia kelihatan gugup. Ia tidak mengatakan tentang kematian istrinya dan malah bicara mengenai pemilihan, bagaimanapun itu hanya formalitas saja. Intinya ia ingin Ratu memilih puterinya pada putaran kedua. Tapi Ratu tetap ingin menjalankan formalitas. apalagi hari ini Lee soon akan hadir.
Menteri Min mengatakan Ratu tak perlu khawatir dengan formalitas. Ia sudah membersihkan jalan dan putera mahkota tidak punya pilihan lain.
Ratu bertanya bagaimana caranya?
Menteri Min mengatakan kalau selain puterinya tidak akan ada calon yang hadir. Jadi putera mahkota tidak punya pilihan.
Ratu tersenyum dan berkata jika memang begitu ia akan membuat putera mahkota memilih sendiri.
Menteri Min terlihat lega.

Image Hosted by ImageShack.us
Jang Hyun dan P. BokSun minum bersama di rumah gisaeng. Jang Hyun terlihat senang, meski ia tak bisa mewujudkannya, ia bisa menghentikannya. P. BokSun memuji akal Jang Hyun. P.. BokSun mengatakan sekarang saatnya membiarkan harimau lepas. Jang Hyun tidak mengerti. BokSun bertanya, apa kau tahu apa yang menyenangkan? Orang yang dipanggil dengan sebutan harimau, berupaya bergabung dengan Raja dan putra mahkota.
Kemudian kita bisa melihat peramal yang dikatakan oleh Raja, yang sebelumnya ditemui oleh Lee Soon di pinggir sungai, memasuki gerbang kota.
Bok Sun dan Jang Hyun tertawa puas.
Kemudian Jang Hyun bertanya kapan ia bisa bertemu para bangsawan. BokSun dengan yakin berkata pada hari raja menyerahkan hidupnya. Jang Hyun mengira BokSun akan meracuni raja, tapi BokSun mengatakan kalau hidup raja tinggal beberapa hari lagi. jadi tinggal putra mahkota tanpa pewaris. itu waktumu juga untuk perlahan-lahan mengeluarkan pedangmu dari tanah.
Jang Hyun tersenyum licik.

Image Hosted by ImageShack.us
Ratu tiba di lokasi pemilihan. Ibu suri sudah tiba duluan. Mereka mulai dan membuka penghalangnya. Tampak hanya In Hyun yang berdiri disana. Ibu Suri terkejut dan memandangi ratu.
Menteri Min ada disana dan melihat proses pemilihan dari jauh.
Ratu mulai bicara yang intinya ia mulai melakukan prosedur dan akan membiarkan putera mahkota memilih.
Salah seorang dayang mengatakan calonnya hanya satu, maka pemilihan benar-benar tidak diperlukan.
Ratu tidak mendengarnya dan menyuruh putera mahkota masuk.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon mulai berjalan masuk dan In Hyun melihatnya. Lee Soon memberi salam pada ibunya dan menatap In Hyun yang tersenyum malu sambil menunduk. Lee soon mengatakan jika kandidatnya hanya satu, maka benar-benar tidak perlu dilakukan pemilihan. Jadi ia akan memanggil kandidat berikutnya.
Menteri Min terkejut. Ratu, ibu suri dan In Hyun juga.
Lee Soon menatap Min dengan tajam dan Min melakukan hal yang sama. Tapi pandangannya beralih ke tangga yang ada di belakangnya.
Ia melihat menteri Kim membawa In Kyung masuk dan In Hyun juga terkejut.
Menteri Min menatap menteri Kim.

Image Hosted by ImageShack.us
Kilas balik. Lee Soon secara pribadi menemui menteri Kim. In Kyung mendengarkan percakapan mereka dari luar. Lee Soon mengungkit soal pembagian kekuasaan antara Tuan Kim dan Tuan Min. Meski Tuan Kim mengatakan mereka tidak seperti itu, Lee Soon sudah tahu.
Lee Soon menatap tuan Kim dan mengatakan kalau ia akan membuat tuan Kim menjadi mertua raja. Tuan Kim dan In Kyung terkejut.
Tuan Kim gemetaran. Ia bertanya apa alasan Lee soon memilihnya. Lee Soon berkata, sepertinya ada moderat dan ekstrimis di partai selatan sama halnya untuk partai barat. Jadi aku memutuskan menjadi moderat anda lebih tidak bahaya daripada dengan ekstrimis Tuan min untuk memimpin pemerintah nantinya.
Tuan Kim merasa ini terlalu berbahaya. jika aku berkorban menjadi musuh Tuan min, Apakah ada yang akan kau korbankan?
Lee Soon tersenyum dan menjawab, Raja tidak membuat pengorbanan. Aku akan hanya memikirkan tentang apa yang akan ku berikan padamu.

Image Hosted by ImageShack.us
Tiba-tiba In Kyung masuk ke ruangan berlutut di hadapan mereka. Ia berkata pada ayahnya kalau ia ingin menjadi puteri mahkota. Ia bahkan sudah memberikan hatinya untuk putera mahkota. Itulah sesungguhnya yang kurasakan, jadi kumohon ijinkan aku.

Image Hosted by ImageShack.us
Kembali ke pemilihan tahap 2. Lee Soon akan mulai memilih. Lee Soon tampak puas dengan rencananya sementara ratu merasa khawatir.
Lee Soon mendekati 2 calon. Ia memperhatikan In Hyun dan In Hyun tersenyum pada putera mahkota.
Lee Soon tersenyum melihat In Hyun. Ia mulai mendekatkan tangannya ke tangan In Hyun dan In Hyun seolah berharap, ia tersenyum.
In Kyung melihat hal itu dan mulai khawatir.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon tersenyum dan akan meraih tangan In Hyun. In Hyun mulai lega tapi kemudian tangan Lee Soon malah meraih tangan In Kyung dan membawanya ke hadapan ratu. In Kyung tampak tersenyum senang. Ratu dan menteri Min Shock. Yang lebih shock tentu adalah In Hyun.
Ratu sangat kesal dan berdiri memanggil putera mahkota.
Yang bahagia tentu saja adalah ibu Suri. Ia tertawa. Kau tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam hidup ini.
Lee Soon tersenyum dan ibu suri menatap cucunya, aku sudah memilih gadis itu sejak awal.
Ibu suri mengucapkan selamat pada putera mahkota.
Putera mahkota tersenyum dan berterima kasih kemudian memberi hormat pada ibu suri.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon mengangkat tangannya yang menggenggam tangan In Kyung dan mengatakan, dengarkan semuanya. Dia adalah puteriku!
In Kyung tersenyum bahagia.
Para dayang mengucapkan selamat pada putera dan puteri mahkota terpilih.
Ibu Suri, dan menteri Kim tersenyum bahagia.
In Hyun terlihat shock, ratu juga.
Menteri Min terlihat marah dan mulai melangkah ke paviliun pemilihan.
Lee Soon menatap tajam pada menteri Min. Menteri Min menatap Lee Soon dengan marah dan bicara dalam hati, ak akan ada yang berubah jika kau memilih putri dari Kim Man Gi.
Lee Soon tersenyum dan berkata dalam hati, Kau benar. Ini bukan takdirku untuk memilih yang baik. Jadi aku hanya memilih penjahat diantara yang jelek dengan yang terburuk.

Image Hosted by ImageShack.us
Para dayang masih mengucapkan selamat pada putera mahkota.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung dalam perjalan pulang dan wajahnya kelihatan sangat shock. Ia sedih memikirkan nasib ibunya dan juga nasibnya sendiri.
Ia menangis.

Image Hosted by ImageShack.us
-END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar